Ketapang 8 Januari 2026, — Anggota Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN 1 Ketapang menggelar kampanye “Sekolah Cantik Tanpa Lipstik” pada Rabu 7 Januari 2026 pagi di lingkungan madrasah. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran kepada para siswi bahwa kecantikan sejati tidak harus ditunjukkan dengan penggunaan riasan wajah, khususnya lipstik, saat berada di sekolah.
Kampanye tersebut dilaksanakan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai dengan melibatkan seluruh anggota OSIM. Mereka membawa poster berisi pesan-pesan edukatif tentang pentingnya berpenampilan sederhana dan sesuai dengan aturan madrasah.
Ketua OSIM MTsN 1 Ketapang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja OSIM di bidang kedisiplinan dan pembinaan karakter. Menurutnya, sekolah adalah tempat menimba ilmu sehingga sikap sederhana dan sopan perlu ditanamkan sejak dini.
OSIM juga memberikan imbauan secara langsung kepada para siswi agar tidak menggunakan lipstik selama berada di lingkungan sekolah. Imbauan tersebut disampaikan dengan bahasa yang santun dan persuasif sehingga dapat diterima dengan baik oleh para siswa.
Pihak sekolah menyambut positif kampanye “Sekolah Cantik Tanpa Lipstik” ini. Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan menilai kegiatan tersebut mampu menjadi sarana edukasi yang efektif sekaligus melatih kepemimpinan dan tanggung jawab anggota OSIM.
Menurutnya, kegiatan kampanye seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran siswa terhadap tata tertib sekolah tanpa harus menggunakan sanksi yang bersifat menghukum. Dengan pendekatan persuasif, siswa diharapkan lebih memahami tujuan dari aturan yang diterapkan.
Para siswi MTsN 1 Ketapang pun memberikan respons yang beragam terhadap kampanye tersebut. Sebagian besar mengaku mendukung kegiatan ini karena dapat mengingatkan mereka untuk tetap tampil rapi, sederhana, dan sesuai dengan identitas pelajar.
Melalui kampanye “Sekolah Cantik Tanpa Lipstik”, OSIM MTsN 1 Ketapang berharap seluruh siswa dapat semakin disiplin dan menjunjung tinggi nilai-nilai kesederhanaan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi budaya positif yang terus diterapkan demi terciptanya lingkungan madrasah yang tertib dan nyaman.
